24 March, 2009

Material People

Yes...Gaji dah masukkk...
muka kusut jadi cerah kembali..
bicara ngawur jadi tertata kembali..
pikiran ruwet jadi terang lagi..
langkah yang berat menjadi ringan sekali..

Yes..Bonus dah masuk...
Hutang-hutang terlunasi
belanja-belanji terpikir lagi..
gadget impian masuk top list beli..
kartu kredit lagi lagi..
traktir-traktir di warung elit..

Tengah bulan..
gaji dah abis,bonus entah kemana..
belanja ditunda..
gadget hanya penghias mata..
traktir??? ya...hutang ah..

Fenomena ini berulang terus setiap bulannya, fenomena ini dirasakan hampir seluruh orang yang bekerja. Kenapa ya sebabnya?
Ada beberapa analisa yang insya Allah valid
1. Gengsi
gengsi adalah faktor paling menentukan dalam menghabiskan semua pemasukan kita. Gengsi karena takut dianggap remeh orang lain, gengsi karena melihat orang yang lebih baik dari diri sendiri, gengsi ingin dipuji orang lain. Ya gengsi sudah menjadi budaya yang suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar menghasut hati kita yang awalnya putih.

2. Kepuasan
Faktor kepuasan adalah faktor berikutnya setelah gengsi yang bisa menghabiskan pemasukan. Kenapa ya? ada pepatah yang bilang bahwa manusia tidak akan pernah puas dengan keadaan yang sekarang. Makin tinggi pemasukan maka makin tinggi pula tingkat kepuasan yang harus dipuaskan. Ada beberapa fenomena nyata di kantor tempat saya bekerja. Seorang GM yang notabene berpenghasilan puluhan juta bisa berhutang untuk sesuatu yang menurut kita itu tidak perlu sebenarnya. Apa itu?berlibur ke luar negri, membangun rumah yang kedua, membeli mobil mewah. Tapi siapa yang sangka bahwa hal itu bisa terjadi.

3. Tuntutan orang - orang terdekat
Faktor ini adalah pemicu stressnya seseorang, ya paling tidak itu menurut pendapat saya pribadi. Apa sebabnya? tuntutan dari orang2 terdekat membuat kita termotivasi atau bahasa gamblangnya terbebani untuk memenuhi tuntutan tersebut. Hati kita yang berjiwa ketimuran akan terbesit rasa ketidakenakan jika tidak memenuhi tuntutan tersebut. Lalu apa yang terjadi? kita akan berusaha memenuhi tuntutan tersebut, walopun pemasukan kita sebenarnya sudah diplot ke pos2 yang sudah direncanakan tetapi akan ada usaha untuk memenuhi dulu tuntutan tersebut lalu mengurangi pos2 pengeluaran yang sudah direncanakan sebelumnya. Padahal pos2 tersebut sangat kecil kemungkinannya untuk dikurangi. Akibatnya?..korupsi beredar,penipuan,mark up proyek, dll menjadi populer. Anggota legislatif adalah contoh nyata dari kasus ini, walopun tidak semuanya. Tapi secara garis besar pastinya mereka berpikiran..wah saya hanya 5 thn nih dapat gaji tinggi, 5 tahun lagi belum tentu saya terpilih lagi, mumpung bisa buat undang2 bolehlah korupsi dikit2. dan apa akibat selanjutnya? anggota legislatif ada lebih dari 500 orang, andaikan tiap orang berpikir korupsi 1 juta saja tiap bulan maka akan ada 1.000.000 x 12bln x 5thn x 1000 orang = 60 Milyar uang korupsi. Astaghfirullah jumlah yang jika dibangun usaha kecil menengah maka akan sanggup insya Allah menghapuskan 1000 orang miskin di Indonesia dengan asumsi gaji 1.000.000/bln maka orang tidak bisa disebut miskin..Subhanallah..luar biasa potensinya.

Dari 3 potensi besar tsb ada beberapa tips yang insya Allah :
1. Budayakan sifat qana'ah
Allah sungguh Maha mengetahui sifat manusia yang tidak pernah puas, dan sifat ini sengaja diciptakan Allah sebagai ujian bagi umat manusia. Allah menciptakan sifat ini lalu memberikan aturan-aturan. Diantaranya adalah anjuran untuk tidak bersikap mubazir/berlebih2an, lalu Rasulullah mencontohkan untuk bersikap qana'ah terhadap nikmat yang telah Allah berikan. Baik itu kita rasa kurang maupun lebih. SIkap menerima apa adanya adalah obat paling mujarab untuk menyembuhkan penyakit tidak pernah puas kita.

2. Perbanyak dzikir dan berzakat di jalan Allah
Zakat adalah pembersih harta kita, dan dzikir adalah pengisi waktu kita.
Dikala ada waktu kosong maka manusia secara fitrahnya akan mencari2 kegiatan yang menyenangkan hatinya. Dan orang yang sudah teracuni kesenangan duniawi akan mencari kesenangan yang biasanya akan mengurangi pemasukannya. Contohnya : berlibur, membeli barang2 baru walaupun belum tentu diperlukan, dll. Maka untuk mengisi waktu berdzikirlah kepada Allah agar pikiran2 'kotor' tadi bisa terpendam dengan sendirinya
Selain itu manusia jika diberikan harta, maka akan terpikir olehnya barang2 yang menurutnya baik buat dirinya yang padahal barang tersebut adalah barang tersier dan tidak menjadi prioritas. Maka seharusnya sebagai manusia jika diberikan kelebihan harta bersedekahlah, berzakat, infaq, membantu tetangga yang mungkin masih kelaparan. karena jika kita melakukannya maka itu adalah tabungan akhirat kita yang tidak menguap seperti jika diberikan barang2 duniawi melainkan akan tercatat di buku amalan kita di akhirat kelak..Subhanallah..Allahuakbar...

3. Perbanyak investasi daripada konsumsi
Investasi membuat pemasukan kita semakin besar, dengan diiringi sifat qana'ah maka investasi tersebut bisa dengan sukses kita jalani. Investasi tidak hanya bisa memuaskan diri kita sendiri melainkan bisa membantu orang lain mendapatkan pekerjaan dan bahkan bisa membuat orang lain menjadi orang yang mampu berinvestasi lagi, sehingga ini akan terus berantai sampai tidak ada lagi orang yang miskin di dunia ini. Amin...

Banyak orang berfokus pada masalah - masalah yang sepele
banyak yang berfokus pada barang2 yang memenuhi kepuasan jangka pendek..
tapi jarang sekali orang yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan rohani
jarang sekali orang yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan jangka panjang

Gimana caranya ?
luaskanlah wawasan..agar kita tahu apa yang sebenarnya prioritas dan apa yang hanya pemenuhan kebutuhan sesaat
luaskanlah pandangan..agar kita tahu bahwa kita bukan orang yang paling miskin, bahwa kita bukan orang yang paling sengsara, bahwa kita masih lebih baik dan beruntung dari orang - orang di sekitar kita bahkan mungkin saudara dan tetangga kita
luaskanlah hati..agar bisa menerima apa saja keputusan Allah dalam hidup kita...

Wallahu a'lam bishawab...

No comments:

Post a Comment

Ayo ayo sobat sobat dikomentarin ya....
kalo istilah iklannya sih "komentarmu mengalihkan duniaku" kekekeke....

Arsip Blog

Sahabat Blogger

Sahabatku