16 July, 2009

Soccer Liberalism

Transfer CR7 yang mencapai 80 juta poundsterling memecahkan rekor yang dibuat Real Madrid juga kala membeli Zidane seharga 56 juta pundsterling. Fenomena ini selalu berulang dari tahun ke tahun semenjak tahun 2000. Entah karena nilai uang yang menurun sesuai dengan perubahan waktu ataukah karena memang sekarang nilai komersial dari pesepakbola begitu tinggi sehingga layak dibeli dengan harga yang ‘gila’.

Fenomena ini menurut saya tidak normal di tengah krisis global yang katanya menghancurkan beberapa perusahaan international seperti General Motor dan yang lainnya. Fenomena ini sangat memprihatinkan dikala banyak karyawan perusahaan – perusahaan di berbagai negara cemas karena ketidakpastian nasib pekerjaannya. Andaikan harga 1 CR7 itu dikonveriskan menjadi gaji karyawan yang hanya 5 juta rupiah per bulan misalnya maka Real Madrid mampu menggaji 1 orang karyawan selama 20.000 tahun!!! Atau menggaji sebanyak 240.000 orang karyawan untuk bekerja selama satu bulan.
Di mana dengan karyawan sebanyak itu bisa membuat 100 stadion standar piala dunia di Indonesia diluar biaya beli material dan lainnya (1 stadion dikerjakan 2400 orang)...hahaha..ngaco kalo yang ini..wkwkwkwk...

Disamping itu fenomena ini sebenarnya fenomena yang menghancurkan keberadaan proses. Karena tim lebih memperhatikan pemain ‘terlanjur jadi’ daripada membina pemain ‘ingusan’ menjadi pemain berkelas dunia. Six Sigma yang sekarang sedang mendunia penggunaanya dalam menentukan kualitas suatu barang menjadi tidak terpakai di sepakbola. Memang sih tidak semua klub sepakbola melakukannya, tetapi secara tidak langsung fenomena ini akan ikut mengangkat harga – harga pemain lain yang hendak dibeli klub lain.

Tengok saja dulu untuk membeli pemain – pemain sekelas Zidane ( masuk Juve), Del piero (masuk Juve), dll klub hanya perlu mengeluarkan uang yang sangat sedikit hanya sekitar 5-10 jt poundsterling bahkan untuk Beckham saja MU tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali, karena Beckham lahir di Manchester. Sedangkan sekarang uang 10 juta poundsterling sama sekali tidak dilirik untuk mendapatkan pemain – pemain berkelas seperti Zidane, Delpiero dan Beckham.

Ini juga berimbas ke Indonesia, pemain sekaliber Bambang Pamungkas saja harus dibeli dengan harga 700 juta ketika dibeli kembali dari Selangor ke Persija.

Prestasi mungkin saja dibeli dengan uang, hanya saja tingkat kepuasannya pasti kurang dari prestasi yang didapat dengan pembinaan sejak dini. Rasa puas yang didapatkan Arsenal ketika juara tentu saja jauh melebihi rasa juara Real Madrid di Champions.

Kita lihat saja musim depan apakah kekuatan uang ataupun kekuatan pembinaan.

Berikut harga – harga pemain yang masuk dalam kategori termahal di dunia:
1. Zinedine Zidane (76,0)
2. Kaka (68,0)
3. Luís Figo (58,5)
4. Hernan Crespo (53,6)
5. Gianluigi Buffon (49,2)
6. Robinho (49,0)
7. Christian Vieri (48,3)
8. Andriy Shevchenko (46,5)
9. Dimitar Berbatov (46,4)
10. Pavel Nedved (46,2)
11. Rio Ferdinand (43,9)
12. Gaizka Mendieta (43,8)
13. Ronaldo (43,0)
14. Juan Sebastian Veron (42,4)
15. Wayne Rooney (40,8)

Sedangkan klub yang masuk dalam kategori klub dengan kekuatan uang adalah :
1. Real Madrid
2. Chelsea
3. Liverpool
4. AC Milan
5. Bayern Muenchen
6. Inter Milan

Klub yang bermaterikan sebagian besar pemain binaan sejak muda adalah :
1. Arsenal
2. Barcelona
3. AS Roma
4. Juventus
5. Manchester United
6. Lyon
7. dst

Kita lihat saja..siapa yang menang musim depan...

1 comment:

  1. wah, cocok jadi pengamat bola nih.... :)

    ReplyDelete

Ayo ayo sobat sobat dikomentarin ya....
kalo istilah iklannya sih "komentarmu mengalihkan duniaku" kekekeke....

Arsip Blog

Sahabat Blogger

Sahabatku