10 September, 2009

Diantara Pemain Terbaik dan Tim Sepadan

Dalam seminggu ini ada fenomena menarik yang terjadi, terutama di dunia sepakbola.
Karena ada dua pemain di tim dan benua yang berbeda yang harus terseok – seok langkahnya menuju piala dunia. Kedua pemain tersebut digadang – gadang sebagai kandidat terkuat pemain terbaik dunia 2009. Di level klubnya masing – masing kedua pemain tersebut seperti menjadi roh buat timnya. Sementara di timnas, roh tersebut sepertinya memudar dan bahkan hilang.

Pemain pertama, Cristiano Ronaldo bermain di timnas Portugal harus terseok – seok langkahnya karena hanya menjadi penghuni urutan 3 di grup penyisihan piala dunia Afsel 2010. Kalah dari Swedia yang dihuni pemain nomor 3 Ibrahimovic di antara kedua kandidat terbaik yang lain, dan Denmark yang notabene dihuni pemain hijau seperti Nicklas Bendtner dkk. Keberadaan Cristiano Ronaldo seperti belum terpengaruh terhadap permainan Portugal secara keseluruhan. CR7 begitu julukan Ronaldo terlalu egois sehingga selalu ingin mencetak gol sendirian. CR7 seperti kurang mempercayai rekan – rekan setimnya di Portugal.

Sementara di tim lain yaitu Argentina ada Lionel Messi yang disebut – sebut akan mengambil gelar pemain terbaik dunia dari Cristiano Ronaldo. Detik.com menyebutkan bahwa permainan Argentina bertumpu pada Lionel Messi, dan Messi tidak punya rekan yang sepadan untuk mendukung aksinya. Seperti di Barcelona, Messi membutuhkan seorang partner di lini depan untuk menjadi tembok operan ataupun pemain yang mampu melihat pergerakannya sehingga melepaskan umpan yang akurat yang akan diselesaikan Messi. Di Barcelona Messi memiliki Xavi dan Iniesta yang sangat visioner, sementara di Argentina Messi belum punya, tandemnya Aguero juga adalah seorang striker murni yang pastinya lebih memprioritaskan mencetak gol daripada membagi – bagi bola. Sebastian Veron pun seperti sudah termakan umur sehingga visinya sudah tidak sejeli dulu lagi. Hasilnya...Argentina bercokol di posisi ke-5 yang artinya bila posisi itu tetap sampai dua pertandingan lagi maka Argentina akan menghadapi kualifikasi untuk masuk ke putaran final piala dunia 2010 di Afsel. Padahal posisi 6 dan 7 hanya berbeda 4 poin dengan Argentina yang bisa saja menyalip dengan sisa dua pertandingan.

Fenomena dua pemain di atas menyiratkan suatu pelajaran bagi kita. Keberadaan seorang pemain terbaik belum tentu mempengaruhi tim secara keseluruhan. Memang pemain terbaik mampu membuat perbedaan di saat tertentu. Tetapi apakah perbedaan itu muncul di waktu yang tepat. Dengan kata lain keberadaan seorang manusia di tengah masyarakat yang notabene sholeh, ataupun kaya, ataupun populer, atau bahkan pejabat tinggi tidak akan membuat masyarakay sekitar menjadi baik jika seorang manusia tadi masih saja memikirikan diri sendiri. Messi dan CR7 menunjukkan permainan yang baik, tetapi apakah rekan – rekannya mendukung secara kualitas??..belum tentu.. Sebaliknya tim – tim dengan pemain biasa seperti Irlandia Utara, Denmark, Serbia, Turki, Nrowegia dengan keyakinan tinggi mampu merepotkan bahkan mengalahkan tim – tim yang lebih besar. Kekuatan keyakinan yang fantastis dari mereka mampu mengalahkan skill dan power tim – tim yang lebih besar. Keyakinan tersebut seperti membangkitkan kekuatan lain dalam diri mereka yang mampu menembus keterbatasan mereka sendiri. Dan keyakinan ini merata di semua pemain dan di semua posisi...luar biasa...

Inilah yang ditunjukkan oleh lewat Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam. Rasulullah SAW membangun tauhid(keyakinan-red) dan membentuk ‘tim’ terlebih dahulu di rumah Arqam bin Abi Arqam. Rasulullah merekrut Abu Bakar, Khadijah, Ali Bin Abi Thalib, dll. Lalu beberapa saat kemudian Umar yang terkenal dengan kekuatannyapun bergabung di tahun kedua kenabian, dimana bergabungnya Umar adalah juga lewat do’a Rasulullah SAW. Karena Rasulullah SAW sadar bahwa dakwah juga butuh kekuatan. Setelah sebelumnya memiliki pendamping yang hampir sepadan seperti Abu Bakar As Shiddiq, sahabat Rasul yang populer di kalangan Bani Quraisy. Kekuatan Umar, kepopuleran Abu Bakar, kecerdasan Ali dan lainnya menjadi ‘tim inti’ yang akan menyokong dakwah Rasulullah SAW ke depannya. Sehingga ‘tim’ ini mampu membawakan pesan – pesan Allah kepada seluruh umat manusia dan tak mudah dikalahkan oleh ‘tim’ manapun yang hendak menghancurkannya. Dengan kekuatan keyakinan pula ‘tim’ Rasulullah SAW yang hanya berjumlah 300-an mampu menang dalam peperangan pertama kaum muslimin di perang Badr. Kekuatan keyakinan itulah yang membawa ‘tim’ Rasulullah SAW menembus keniscayaan jumlah kekuatan sehingga mampu menang dengan gemilang. Dan tentu saja dengan bantuan Allah SWT, sebagai pemilik kekuatan untuk mendukung seluruh dakwah Rasulullah SAW.

Sama seperti zaman sekarang jika suatu acara atau organisasi ingin berhasil biasanya akan dibentuk suatu tim yang terdiri dari manusia – manusia yang hampir sepadan dan paling unggul di antara manusia lainnya agar perjalanan acara dan organisasi tidak mudah digerus dengan organisasi atau acara lainnya. Seperti di film A Team atau GI-Joe yang menunjukkan bagaimana sebuah tim yang kecil mampu melakukan berbagai misi dengan sempurna. Ada yang ahli senjata otomatis, ada yang ahli pedang, ahli merakit bom, ahli mengendalikan semua jenis kendaraan dan tentu saja dipimpin oleh seorang captain yang juga sekaligus motivator bagi timnya.

Ayat – ayat kauliyah Allah yang ditunjukkan oleh-Nya pada setiap kejadian di muka bumi ini seharusnya dapat kita serap dan pahami hikmahnya, sehingga kita selalu berproses dari waktu ke waktu untuk menjadi manusia yang lebih baik dan pada akhirnya mampu menjemput maut yang sudah pasti datangnya dari Allah SWT dengan tersenyum. Subhanallah....

No comments:

Post a Comment

Ayo ayo sobat sobat dikomentarin ya....
kalo istilah iklannya sih "komentarmu mengalihkan duniaku" kekekeke....

Arsip Blog

Sahabat Blogger

Sahabatku