21 November, 2011

INDONESIA BISA JADI DEWASA

Nanti malam adalah malam penentuan emas SEA GAMES dari cabang sepakbola. Indonesia kembali melawan Malaysia di final ulangan AFF 2010 lalu. Emosi, gengsi, dendam, nasionalisme, dan bumbu bumbu lain mengiringi pertandingan ini. Sengketa perbatasan, sengketa budaya, sengketa TKI, sengketa lagu tradisional menjadi perseteruan kedua negara yang nggak ada ujungnya sampai sekarang ini. Sebagian rakyat Indonesia memiliki dendam kesumat kepada negara seberang ini yang rasanya sulit sekali dihilangkan dan menular turun menurun.

Namun sadarkah kita mereka adalah bangsa serumpun kita, banyak manusia Indonesia yang merantau ke Malaysia dan akhirnya beranak cucu disana. Orang Malaysia banyak yang tinggal di Indonesia juga sebaliknya.  Indonesia dan Malaysia hanyalah kedok kita di dunia ini saja, nanti di akhirat Indonesia dan Malaysia tidak menentukan lu masuk surga atau nggak. Namun DENDAM?.. penyakit hati ini sangat menentukan lu masuk surga atau neraka. Apalagi dendam ini ditambahkan dengan kata - kata kotor yang keluar dari mulut kita untuk menghina mereka dan ini dikategorikan dengan panggilan yang menyakitkan hati mereka. Penyakit dendam menular ini terus menjalar di sebagian relung rakyat Indonesia yang hanya menerima informasi dari "kata teman", " kata televisi" dan kata-kata yang lain, tanpa tabayyun atau klarifikasi dengan rakyat Malaysia langsung. 

Bisa jadi dendam sebagian kita hanyalah DENDAM YANG BERTEPUK SEBELAH TANGAN". Yaitu dendam yang sebenarnya tidak ada namun terlalu dihiperbolakan sehingga kelihatan menjadi BESAR dan BENAR. Bahkan kita menjadi tidak hormat dengan lagu kebangsaan negara lain yang sedang diputar. Liat apa yang terjadi di stadion GBK ketika lagu Vietnam, Thailand, Singapura, apalagi Malaysia diputarkan?..penonton menyoraki, bersiul, berhuuu ria. Di Piala dunia lagu negara apapun yang diputar, seluruh penonton lawan diam, dan pendukungnya menyanyikan lagu kebangsaannya. Apakah kita belum menjadi bangsa yang dewasa?...

Malaysia dan Indonesia adalah saudara, banyak orang Indonesia yang menikah dengan orang Malaysia. Setiap tahun ada jutaan pengunjung Indonesa yang melancong ke Malaysia dan sebaliknya. Andaikata berita di tipi itu benar adanya, kita nggak perlu ikut - ikut dendam, sumpah serapah ataupun menyindir mereka.  Kita perjuangkan apa yang menjadi milik kita dengan cara yang elegan, diplomasi, berbudaya, agamis dan dengan asas tepo seliro. Kalaupun hak kita tersebut tetap terambil oleh mereka, yak cukup..usaha kita sebatas itu dan tidak perlu dilanjutkan dengan dendam, sumpah serapah dan perkataan kotor. Perbuatan setiap orang merupakan tanggung jawab masing - masing. Walopun kita kelihatan keren dan benar di hadapan rakyat lain yang ikut menyumpahi mereka, namun di hadapan Allah?... Allah menjadi saksi perbuatan mereka dan kita.

Malaysia dan Indonesia...bahasa hampir sama, kita tidak perlu kursus Bahasa Malaysia jika ingin berkunjung ke negara mereka. Seharusnya itu semua membuat kita bersyukur, kita BERSAUDARA teman - teman, kita harusnya menjadi sebuah kesatuan untuk menjadi kekuatan baru di dunia.

Kita bangsa Indonesia adalah bangsa yang pemaaf seharusnya. Ketika Belanda berusaha menjajah Indonesia 350 tahun lamanya, apakah sekarang kita membenci bangsa mereka?.. Apakah di Indonesia ini tidak ada pendukung sepakbola Belanda?.... salah besar, di Indonesia banyak sekali yang megidolakan Timnas Belanda di piala dunia, di Indonesia banyak yang  mengidolakan Sneijder, Van Persie, Van Nistelrooy, Jaap Stam, dan bahkan di Belanda ada kampung orang - orang Indonesia.. Hei teman - teman, padahal mereka menguras kekayaan kita bertahun tahun.. Ada apa? kenapa kita tidak dendam kepada mereka?... Yak, karena kita adalah bangsa Indonesia...bangsa besar yang walopun kekayaan dikuras habis namun kita tetap legowo... 

Ayolah....INDONESIA BISA, bukan hanya bisa menjadi Juara Umum SEA GAMES 26 namun juga bisa menjadi BANGSA YANG DEWASA...

Ditulis oleh salah satu rakyat INDONESIA yang miris melihat perseteruan dua negara yang gak ada habisnya.

1 comment:

Ayo ayo sobat sobat dikomentarin ya....
kalo istilah iklannya sih "komentarmu mengalihkan duniaku" kekekeke....

Arsip Blog

Sahabat Blogger

Sahabatku