14 May, 2009

Malam ini buka jahitan,mudah-mudahan sukses. Tapi antrinya kok lama banget ya?... Dapet nomor antrian 12, tapi sekarang baru nomor antrian 5. Perubahan nomor 4 ke 5 tadi aja butuh waktu sekitar setengah jam. Jadi kalo dihitung-hitung butuh waktu 3,5 jam sampai aku dipanggil. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul setengah 9. Jadi kira-kira jam 12 malam aku baru akan dipanggil. Sedangkan dokter yang akan praktek ini hanya sampai jam 10 malam. Hanya pertolongan Allah yang bisa membuatku dipanggil sebelum jam 10.

Tapi untung saja ruang tunggu poliklinik MMC (Merdeka Medical Centre) Denpasar ini begitu nyaman. Sofa-sofa halus berkapasitas 100 orang dibalut sarung berwarna merah tua dipadu dengan bantal-bantal halus nan empuk dengan warna senada. 3 buah lampu hias berwarna kuning lembut tergantung di langit-langit. Beberapa Air Conditioner dengan pengaturan suhu kamar yang pas menambah kenyaman pengunjung.

Jujur saja ruang tunggu poliklinik ini tidak seperti poliklinik tetapi mirip seperti ruang tunggu bandara bahkan lebih nyaman. Setiap pengunjung bahkan disuguhkan 8 Televisi dengan saluran berbeda di bagian atas dan kafe di ujung dekat toilet. Lukisan-lukisan yang menggambarkan kesederhanaan kehidupan pedesaan juga terpampang di setiap bagian dinding poli ini. Pengunjung tidak merasa seperti sedang sakit menunggu panggilan suster. Luar biasa sebuah konsep ruang tunggu yang simple tapi mampu membuat nyaman para pengantri panggilan.

Kepuasan di ruang tunggu membuat nyaman para dokter yang sedang memeriksa pasien. Karena pasien sudah tentu tidak banyak yang protes bahkan sampe marah-marah agar didahulukan nomor antriannya. Pada akhirnya pasien dan dokter sama-sama puas dan harmonis sehingga pasien insya Allah cepat sembuh dan dokter tidak perlu mengeluarkan energi lebih banyak dari yang seharusnya.

No comments:

Post a Comment

Ayo ayo sobat sobat dikomentarin ya....
kalo istilah iklannya sih "komentarmu mengalihkan duniaku" kekekeke....

Arsip Blog

Sahabat Blogger

Sahabatku