03 November, 2009

why KPK dvs POLRI ? so what gitu loh...


Sebenernya males banget nih mau nulis tentang KPK vs POLRI...eh bukan versus ding tapi diversuskan. loh kenapa milih kata diversuskan?? ya ntar saya ceritain deh kenapa POLRI dan KPK diversuskan dari sudut pandang keawaman saya loh ya...

Sebenernya kasus ini bener2 membuat kita2 masyarakat pusing 8 keliling, karena kesannya memang tidak ada yang mau kalah. Satu sama lain saling mengungkap bukti dan pernyataan masing - masing. Setiap hari ada aja yang konpers, dan ada aja pengamat politik yang dimintai komentar. Sebenernya apa sih kasus ini?? apa dah pada nggak sadar ya bahwa semua komentar itu dan semua bukti - bukti itu hanya santapan manis buat media dan santapan pahit buat masyarakat umum. Seharusnya kalo memang punya bukti dan punya komentar yang bener ya diungkapkan aja di pengadilan kenapa kok repot - repot komentar dan sesumbar di media massa? Saya mengutip dari ketua TPF kasus ini, Adnan Buyung Nasution menyatakan bahwa pertarungan sebenarnya ada di pengadilan bukan di media massa.

Yup saya setuju sama sekali dengan pernyataan bung Adnan tersebut memang pertarungan itu di pengadilan. Kalau memang punya bukti dan menyaksikan awal dan sebab kasus ini ya jadilah saksi di pengadilan. Itulah kenapa saya tidak suka dengan talkshow di media TV yang membahas tentang kasus - kasus tertentu. Misalnya tentang kasus Antasari, kasus cicak dvs buaya, kasus lumpur lapindo, kasus korupsi bank century, dll. Karena semua talkshow itu ujung2nya adalah menggiring opini masyarakat yang awam dan yang kurang mengetahui kasus tersebut menjadi pendukung salah satu pihak. Dan pengetahuan yang dangkal dari masyarakat ini menumbulkan konflik baru di masyarakat yang pada akhirnya secara tidak sadar dibenturkan dengan sesama saudara sendiri hanya karena suatu kasus yang kurang pemahamannya. Padahal Allah telah memperingatkan dengan tegas tentang bahaya latah informasi ini di salah satu ayatnya yang kebetulan baru saya baca kemarin. Dalam surat Al-Hujurat ayat 6 Allah memperingatkan kepada kita :

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Ayat ini sangat jelas kepada kita bahwa berita - berita yang berseliweran di seluruh media yang ada harus diteliti terlebih dahulu, palagi kita tidak tahu yang membawakan berita itu fasik atau tidak. Mengenai fasik atau tidak ini tidak akan saya bahas di sini karena memang kekurangtahuan saya nih tentang bahasan ini..hehehe..muup ya.. Yang jelas Allah memperingatkan kita untuk selalu mengkaji, meneliti sebuah berita sehingga kita tidak menyesal di kemudian hari karena ternyata salah bersikap. Tentunya pengkajian dan penelitian suatu berita kita lakukan jika kita memiliki kemampuan, kalo tidak ya lebih baik diam saja dan jangan asal bicara. Mudah2an saya juga tidak asal bicara juga ya.mohon maaf kalo ada kesalahan bicara saya..hehe..

Yang jadi perhatian saya adalah timbulnya dua grup di salah satu situs jejaring sosial fesbuk yang mendukung kedua kubu. Dan ndilalah kok banyak sekali anggotanya yang latah ikut2an atau memang sekedar memberi dukungan terhadap salah satu kubu dan pertumbuhan jumlah fesbuker bergerak sangat cepat setiap harinya? hey pliss think about it before join it. Saya sangat setuju dengan pernyataan salah satu rekan kerja saya Anhari bahwa memang seharusnya kita tidak ikut2an salah satu grup pendukung tersebut karena memang kita tidak tahu mana yang benar. Karena kita tidak tahu kenapa kita harus mendukung salah satu??ayolah pliss think deeper and deeper. Bisa jadi ternyata grup itu dibuat salah satu kreator yang iseng, atau malah bertujuan lebih jahat lagi yaitu pembenturan antara satu masyarakat dengan masyarakat lain sehingga timbul suatu konflik.

Dan bahaya latah grup fesbuker atau grup2 tidak terlihat lainnya yang timbul di dada setiap manusia Indonesia ini bisa menimbulkan mosi tidak percaya terhadap salah satu kubu, ada masyarakat yang tidak percaya terhadap POLRI, ada masyarakat yang sangsi terhadap kemampuan KPK dan ini terus bertambah dan bertambah jumlahnya. Sehingga pergerakan masyarakat di bawah bisa jadi lebih besar dan tidak kelihatan dibanding dengan yang terlihat sekarang di level atasnya. Ketidak percayaan masyarakat ini bisa mengakibatkan POLRI dan KPK kehilangan kredibilitasnya dan disangsikan kemampuannya, sehingga siapakah yang senang dengan semua ini?? jawabannya adalah koruptor dan maling. Sebuah skenario yang dahsyat bukan?

Tapi apa boleh buat itu sudah terjadi, dan saya ingin kita semua tidak ikut-ikutan membesarkan masalah ini. Biarkan saja pengadilan dunia menunjukkan kebenaran kalo memang semua berlaku adil atau kalau memang tidak di dunia ini nanti saja di pengadilan akhirat yang lebih dahsyat dan lebih adil. Pengadilan akhirat yang hukumannya kekal dan mengerikan bagi yang salah dan anugerah yang tak terbayangkan indahnya bagi yang benar. Kalau saja semua pihak yang terlibat dalam kasus ini berpikir jauh melewati batas dunia tentu saja kita tidak perlu mengganti channel televisi hanya untuk mencari acara yang menghibur dan mendidik, dan kita tidak perlu mengeluarkan energi lebih banyak untuk sekedar mengelus dada atau mengerenyitkan dahi. Saya sangat setuju sekali dengan ceramah ust Yusuf Mansur tadi pagi, ayolah kita jangan ikut ribut - ribut, kita doakan saja semoga POLRI dan KPK lempeng, mulai dari pucuk pimpinan yaitu SBY sampai tingkat kelurahan dan RT/RW lempeng dan kita masyarakat juga ikut diberikan kelempengan di dunia dan kelempengan di akhirat..Amin

Oh ya mau menuhin janji di awal...kenapa ya POLRI bisa diversuskan dengan KPK..ada beberapa alasan yang secara awam saya lihat :
1. KPK menjadi besar dan besar secara organisasi dan wewenang, sehingga KPK bisa menangkap langsung di tempat yang itu biasanya dilakukan POLRI. Awalnya POLRI tenang - tenang saja tetapi mungkin ada oknum yang melihat ini sebagai bahaya sehingga ditimbulkanlah konflik seperti sekarang.
2. Koruptor yang memiliki kekuasaan dan kekuatan merasa khawatir dengan pergerakan KPK yang bertanggungjawab langsung kepada presiden ini bergerak begitu ligat dan cepat, sehingga hendak membenturkan lembaga KPK ini dengan lembaga lain yang sama kuat atau bahkan lebih kuat sehingga pergerakan KPK bisa berhenti dan lembaga yang paling memungkinkan adalah POLRI.
3. mmmm..belum ketemu lagi alesannya..hehehe...

dah ah segitu dulu aje..ntar deh dilanjutin lagi...

12 comments:

  1. maaf mas kalo masalah ini no komment ah

    ReplyDelete
  2. no comment *dessy ratnasari mode on*

    ReplyDelete
  3. cicak, buaya lalu nyamuk dan tikus

    ketika cicak dan buaya sebagai predator berantem maka tikus dan nyamuk berpesta pora....hahahaha, begitulah kehidupan hutan lindung di negeri ini.

    ReplyDelete
  4. hahahaha..bisa aja nih....tapi ya betul juga sih perumpamaannya..hehehe...

    iya pengennya sih no comment tapi agak gatel jg mau nulis ttg ini..hehehe

    ReplyDelete
  5. betul, media massalah yg menggerakkan publik!

    ReplyDelete
  6. hehehe...ssstt ntar ada media yg membaca loh...wkwkwkwk...

    ReplyDelete
  7. Kalo gitu tulisan anda juga membentuk opini para blogger dong kalo yang salah media?? nah loh?hehe
    kalo gada media, lalu kita rakyat ga tau apa2? kalo saya ga mau mas..


    tapi paling tidak dengan seperti itu masyarakt bisa tau dan pintar walaupun memang harus pusing terlebih dahulu melihat berita seperti ini, ingat ini bukan talk show mas ini juga masalah kehidupan seseorang dipenjara atau ga, tentang karir seseorang. masalah benar atau tidak tentang informasi toh masyarakat bisa menilai mana yang benar dan salah, masyarakat mungkin punya penilaian dan bisa menyederhanakan masalah. analoginya "anggodo disuruh kakanya mebereskan kasus kakanya supaya ga diusut...

    ReplyDelete
  8. saya gak menyalahkan media massa mas. di tulisan saya juga nggak ada kata2 yang menyalahkan media massa...berantemnya itu loh..trus yang saya sayangkan adalah kredibilitas kedua lembaga itu jadi bulan2an koruptor dan maling yang invisible itu mas...
    makin berantem orang - orang yang ada di Televisi atau koran makin ketawa tuh maling2 pas nonton TV dan baca koran...hahahaha...

    berhasil berhasil (niru kata2 Dora)...

    maka dari itu saya diakhir tulisan mengutip ceramah Ust Yusuf Mansur...sudahlah jangan sampe ribut..jangan sampe berkelahi...kita doakan saja kedua lembaga supaya lempeng dan Allah menunjukkan kebenaran itu dalam tempo yang sesingkat2nya...Amin...

    ReplyDelete
  9. info yang sedang hangat nih..
    salam kenal dan mampir ya..

    ReplyDelete
  10. buaya sudah kalah sama cicak, cicaknya jutaan ekor, pada hari ini di ficebook sudah 800 ribu lebih mendukung Bibit-Candra dan siap menjadi cicak juga...kasihan buaya sudah loyo, hehehee

    ReplyDelete
  11. kebenaran pasti akan kelihatan, tunggu saja..

    ReplyDelete
  12. predator lawan predator..yang seneng sih koruptornya..hehehe..

    nah itu dia yg kutunggu..kebenaran itu harus datang..kalo nggak nunggu di akhirat aja...(hanya bisa berdoa dan menunggu)

    ReplyDelete

Ayo ayo sobat sobat dikomentarin ya....
kalo istilah iklannya sih "komentarmu mengalihkan duniaku" kekekeke....

Arsip Blog

Sahabat Blogger

Sahabatku