29 December, 2009

CURHAT KETIDAKADILAN

Luna Maya, Prita Mulyasari, Nek Minah adalah beberapa orang yang berhasil masuk berita karena dikasuskan oleh yang “merasa” dirugikan.

Luna Maya VS PWI

Prita Mulyasari VS OMNI International

Nek Minah VS PT Rumpun Sari Antan

Pasal pencemaran nama baik jadi dasar untuk mengkasuskan dua dari tiga besar berita tersebut. Sedangkan Nek Minah terkena pasal pencurian. Luar biasanya orang – orang yang mengkasuskan hal – hal kecil tersebut sampai harus minta lembaga resmi untuk menyelesaikan kasus mereka.

Prita mengirim email mengenai keluhan tentang pelayanan RS OMNI International. Luna Maya membuat status di twitternya menghina infotainment, dan Nek Minah mencuri tiga buah kakao senilai Rp.2.100 di kebun milik PT.Rumpun Sari Antan. Wow...hal – hal sepele yang mampu dibuat besar dan memusingkan pemirsa televisi dengan berita – beritanya.


Seharusnya orang – orang yang membesar – besarkan masalah tersebut harus membaca sejarah. Sejarah tentang manusia mulia pilihan Allah SWT yang hidup 14 abad yang lalu. Bagaimana beliau dihina, dicaci, dimaki, dilempari kotoran hewan, dilempari batu, diludahi, dan hal – hal hina lainnya. Dan apa reaksi beliau??? Orang yang sering meludahi beliau ketika sakitnya dijenguk, nenek –nenek yang sering menghina beliau disuapi makanan setiap hari, orang yang hendak membunuh beliau di bantu permakamannya. Setiap hari beliau mendapat perlakuan seperti itu dan setiap hari pula belia memaafkan mereka dan bahkan beliau tidak pernah mengeluh. Bisa saja malaikat Jibril yang sebenarnya berkeinginan untuk membantu beliau untuk memusnahkan orang – orang yang sering menyakiti beliau tetapi hal tersebut ditahan oleh Rasulullah SAW. Subhanallah sebuah tindakan mulia yang pada hari ini sangat langka. Masya Allah...

Lalu apakah itu hanya menjadi bagian dari sejarah? TIDAK... beliau adalah teladan sejati kita, teladan sepanjang zaman yang tidak lekang oleh waktu. Allah mengabadikan beliau dalam firmannya surat Ali Imran ayat 31 :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
[3:31] Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku(Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Lalu apakah meja hijau menjadi satu – satunya jalan penyelesaian masalah??? Wow..hukum yang dibuat manusia yang banyak salah dan banyak lupa menjadi suatu panutan untuk penyelesaian masalah. Yang bahkan kemungkinan besar manusia pembuat hukum tersebut tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri??? Gimana mau menyelesaikan masalah orang lain?

Itulah zaman sekarang, masalah kita sudah banyak, mengapa harus diperbesar lagi dan kenapa harus diperumit lagi. Menyelesaikan masalah antara dua orang saja susahnya minta ampun apalagi menyelesaikan masalah dengan memakai jasa orang ketiga? Wih wih ditambah lagi dengan orang keempat dalam hal ini pemberitaan media.

Kalo dulu Khalifah Umar Bin Khattab rela berkeliling desa malam hari untuk melihat keadaan masyarakat di bawah pimpinannya. Beliau rela mengangkut sekarung gandum untuk diberikan kepada sebuah keluarga yang kelaparan. Beliau dengan tenang tidur di pelataran masjid tanpa harus ada penjagaan super ketat dari paspampres ataupun intelijen. Bahkan khalifah Umar mendapatkan jodoh untuk anaknya dari rakyatnya yang miskin dan jujur.

Jika sekarang??? Pemimpin kita lebih sering mengunjungi luar negeri daripada rakyat sendiri. Pemimpin kita senang sekali mengunjungi rakyatnya beserta para pengawalnya dengan penjagaan super ketat. Pemimpin kita takut tidur di pelataran masjid hanya karena gengsi. Pemimpin kita lebih rela menyuruh bawahannya membawakan bebannya daripada membawa sendiri. Bahkan pemimpin kita senang sekali membuat baju khusus untuk suatu acara dan akan membuat lagi baju khusus lainnya untuk acara yang lain. Dan bahkan pemimpin kita lebih memilih menjodohkan anaknya dengan artis ataupun anak konglomerat kaya yang suka mengumbar aurat daripada dengan wanita berjilbab berakhlak mulia, bersahaja dan sederhana yang menjaga agama tetap dalam dada perilakunya.

Kalo dulu di masa kepemimpinan cucu Umar bin Khattab yaitu Umar bin Abdul Aziz, penerima zakat adalah sebuah kelangkaan, kalo sekarang pengemis dan anak – anak jalanan menjadi pemandangan biasa di kota – kota besar. Dan zakat menjadi sesuatu yang mistis yang dijauhi banyak pihak karena minimnya pengetahuan tentang penyalurannya, sehingga orang jadi males dan apatis terhadap zakat.

Semakin aturan total manusia dijauhi maka semakin hancurlah moral manusia itu sendiri. Karena memang aturan ini adalah suatu aturan yang didesain dengan sangat teliti untuk makhluk ciptaan-Nya. Setiap tahap kehidupan manusia sudah ada aturannya, dan kita tidak bisa mengingkarinya. Seperti sepeda motor yang ada buku panduannya begitu juga manusia. Siapa yang membuat buku panduannya? Ya pencipta motor itu. Siapa yang membuat buku panduan untuk manusia ? Allah SWT. Dalam bentuk apa buku panduan itu? Alqur’an dan sikap perilaku Rasulullah SAW...diselesaikan 23 desember 2009 (bersambung)

Langsung nyambung (29 Desember 2009)
Ahhhh..nggak tahan juga mau nulis ini nih...
Kemaren baru aja denger berita pejabat negara + mentri + kapolda semua propinsi dapet mobil toyota Crown seharga 1,325 Milyar!....Mau jadi apa nih negara, kalo ternyata konsumsi lebih diutamakan ketimbang bayar hutang. Apa maksudnya DPR yang kami pilih menyetujui pembelian mobil harga selangit itu untuk para pejabat negara???

Ditotal dari presiden + wakil presiden + 33 menteri + 3 pejabat setara menteri + kapolda 36 propinsi = 70 orang pejabat negara akan difasilitasi 1,325 M!!!. Kalo diambil sederhana 70 kali 1 M aja dah 70 Milyar !!! Sedangkan orang – orang seperti bu Yenti, Nek Minah, pengemis – pengemis di jalanan, anak – anak terlantar, ibu – ibu hamil yang takut anaknya lahir karena bingung mau dikasih makan apa, bapak – bapak yang setiap harinya takut dipecat oleh pabrik atau perusahaannya karena perusahaannya terus digerus oleh perngusaha – pengusaha yang lebih bermodal, janda – janda yang rela makan nasi akik setiap harinya karena tidak ada lagi bahan makanan yang bisa mereka beli. Mereka setiap hari menderita, mereka setiap hari berharap dan berdoa semoga suatu hari ada yang rela mengulurkan tangannya dan mengatakan..” Ayo bu ini program pemerintah, mari kita perbaiki hidup menjadi lebih baik lagi”. Sementara di sana, di kota Jakarta tepatnya di Senayan City...pejabat yang seharusnya mengatur negara, bermewah – mewahan menikmati mobil barunya. Camry yang baru dibeli 5 tahun yang lalu langsung diganti dengan Crown yang harganya 3 kali lipat. Apa ada kata – kata yang lebih sopan dari “TIDAK BERPERASAAN” ?.

Ya Rasulullah kami rindu kepemimpinanmu, kami rindu kata – katamu yang agung dan penuh makna, kami rindu teladanmu yang sangat bersahaja dan bermakna. Ya Umar Bin Khattab kami rindu sosok tegasmu, kami rindu badan kuat dan tegapmu memimpin kami. Ya Umar Bin Abdul Aziz kami rindu kepemerintahanmu, kami rindu masyarakat yang kau bina.

Apakah PEMILU yang kami ikuti hanya untuk menyakiti hati kami dengan kemewahan orang – orang yang kami pilih??? Apakah PEMILU menjadi begitu susahnya bagi orang – orang yang kredibel dan bersahaja untuk lolos??? Apakah negara kami kehabisan orang – orang sederhana dengan prestasi dunia???

MUDAH – MUDAHAN TIDAK???

وَذَرْنِي وَالْمُكَذِّبِينَ أُولِي النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلًا
[73:11] Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.

وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ
[56:41] Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ
[56:42] Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih,
وَظِلٍّ مِنْ يَحْمُومٍ
[56:43] dan dalam naungan asap yang hitam.
لَا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ
[56:44] Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُتْرَفِينَ
[56:45] Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan.

6 comments:

  1. mereka memang kejam!! sadis!! bermegah2han diatas jutaan rakyat miskin.

    tak tau malu, tapi ya itulah wajah negeri tempat kita dilahirkan.

    so,,,apa solusinya??? mari sama2 kita temukan jawabnya

    ReplyDelete
  2. Semoga yang bersangkutan diberikan kesabaran..

    ReplyDelete
  3. Oya, pertanyaan mas reza udah aku jawab.. Semoga berhasil..

    ReplyDelete
  4. akhirnya prita mulya sari bebas ya...

    ReplyDelete
  5. @ TRIMATRA : solusinya??...ya kembali kepada hati nurani masing - masing....punya gak mereka?

    @Mas Amru : makasih mas...aku coba dl ya..

    @ SeNjA : iya alhamdulillah

    ReplyDelete
  6. kalau prita meskipun bebas tapi masih jadi tahanan kota

    ReplyDelete

Ayo ayo sobat sobat dikomentarin ya....
kalo istilah iklannya sih "komentarmu mengalihkan duniaku" kekekeke....

Arsip Blog

Sahabat Blogger

Sahabatku