20 January, 2010

Adil Bekerja

beberapa alesan untuk meninggalkan pekerjaan kantor yang aku temuin dari pengalaman2ku.
1. menemui klien di restoran..ini nggak salah, hanya saja dalam pelaksanaannya kadang kurang profesional, klien sudah selesai ditemui sejak dua jam yang lalu dan coba tebak apa yang terjadi, kita masih di luar kantor.
2. survey lokasi pengembangan bisnis...ini juga nggak salah, hanya saja sama seperti yang nomor 1 kadang waktu yang dispare bisa dua kali lipat dari yang seharusnya
3. makan siang di luar bersama teman - teman, memang selama jam makan siang bolehlah dilakukan, tetapi lebih sering lewat dari waktu yang diizinkan untuk istirahat, ini yang salah. Apalagi seringkali memakai mobil kantor yang padahal ada rekan kantor lainnya yang sedang butuh mobil untuk operasional
4. belanja di mall, nah kalo ini jelas salah jika dilakukan pada jam kantor. gak ada pembenarannya apalagi yang dibeli adalah barang - barang kebutuhan pribadi
5. ngobrol tentang hal - hal di luar kebutuhan kerja di jam kerja dan tempat kerja
6. tidur di mushola
7. browsing, surfing, blogging, downloading di dunia maya pada jam kantor (ini nih yang aku sulit meninggalkannya..haha..kena deh)

memang sih ada alesan kuat mengapa semua itu dilakukan, mungkin karena sedang stres terhadap pekerjaan akibatnya melakukan kegiatan - kegiatan di atas untuk sekedar refreshing. namun jika sering dilakukan??itu mah namanya doyan.

Perusahaan sudah mengadakan perjanjian dan membayar kita, sudah seharusnya kita juga memberikan yang maksimal kepada perusahaan. hendaknya kita menjadi adil terhadap diri sendiri dan oranglain, adil terhadap perusahaan yang membutuhkan servis kita. jadilah pelayan yang baik maka kamu akan dilayani dengan baik pula.

Jujur aja demo menuntut kenaikan gaji, demo menuntut direksi perusahaan untuk mundur tidak perlu dilakukan jika kita bisa sama sama adil. stakeholder harus adil, direksi adil, management adil, karyawan adil insya Allah semua akan berjalan dengan lancar jaya dan aman sejahtera.

Tetapi seringkali yang membuat kita kalap dan keteteran adalah pemenuhan kepentingan diri kita di atas kepentingan perusahaan dan dilakukan dengan berlebihan. Inilah faktor yang memicu tidak balancenya neraca perusahaan kita, yang mengakibatkan beberapa hak karyawan terkalahkan dan menyebabkan karyawan tidak puas yang ujung - ujungnya demo dan unjukrasa disertai dengan mogok kerja.

Sebaiknya jangan cari - cari siapa yang salah, dan jangan cari cari kesalahan oranglain. Tuntut saja diri kita sendiri yang kurang adil dan profesional dalam bekerja. Kurangi bicara dan banyakkan kerja, kurangi mengumpat dan perbanyak intropeksi, maksimalkan waktu dengan berkreasi daripada ngerumpi. Berinovasilah...berkerjalah dengan semangat...belajar dan bekerjalah terus sampai akhir hayat. Bekerjalah secara cerdas dan cerdik, bekerjalah dengan hati karena kita bekerja bukan untuk perusahaan kita, kita tidak bekerja untuk makan anak dan istri kita. Kita semata mata bekerja karena Allah SWT, kita bekerja karena perintah Allah untuk selalu bekerja dan belajar sepanjang hidup kita. Jangan khawatir tentang rezeki, Allah sudah atur, dan Allah mengatur sesuai dengan ikhtiar dan ketawakalan kita. Allah Maha adil, oleh karena itu adillah terhadap diri sendiri...

No comments:

Post a Comment

Ayo ayo sobat sobat dikomentarin ya....
kalo istilah iklannya sih "komentarmu mengalihkan duniaku" kekekeke....

Arsip Blog

Sahabat Blogger

Sahabatku