10 March, 2009

Televisi..tuntunan atau tontonan


Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam dunia ini. Karena perbedaan itulah yang membuat kita menjadi bangsa yang komplit dan saling melengkapi. Hanya saja jika perbedaan pendapat membawa kita menuju pertengkaran apalagi sampe adu jotos itulah yang tidak wajar. apalagi kalo masalahnya sampe meluas bahkan sampai media. Seolah gak pernah habis pertengkaran di dunia selebritis selalu mengundang berita. Pertengkaran yang sebenernya gak perlu diekspose, pertengkaran sepele yang hanya berfungsi menguras energi para pendengar (bagi yang mendengarkan) untuk terus memikirkannya,membicarakannya, bahkan sampai2 membela salah satu pihak hanya untuk mencari pembenaran. Seolah - olah tidak ada hal lain yang lebih bermanfaat untuk dibicarakan dan didiskusikan.
Itulah potret masyarakat ini sekarang, nggak jauh2 deh temen2 di sekitar banyak yang hobinya komentar,menghujat,ghibah, dan bahkan mencaci maki. Itu juga didukung dengan tayangan televisi yang secara besar2an mengekspose berita2 selebritis bertengkar, mulai dari kasus2 Pasha Ungu dengan Marvel,kasus Andi Soraya dengan Katie, kasus Asep dengan Dewi Persik, kasus Ipul dengan Kiki, kasus Olga dgn Ruben. apa coba yang menarik?? gak ada men..itu semua cuma kelakuan TV yang sudah kehabisan ide aja untuk nampilin acara. kasus - kasus itu hanya akan menambah inspirasi masyarakat kita untuk melakukan apa yang dilakukan artis2 tersebut. Apa artis2 itu gak tau apa bahwa kelakuan mereka itu ditonton sekian banyak manusia di Indonesia. Lagian TV2 kita itu juga ngapain nampilin peristiwa2 itu. Kenapa gak ditampilin yang baik2 aja. Coba deh kenapa TV2 kita itu gak nampilin ketua MPR kita yang sekarang pak Hidayat..bgaimana kelakuan pak Hidayat setiap harinya..dari menyiapkan sarapan sendiri (sebelum menikah lagi),menyiapkan untuk anak2nya,meanyetir mobil sendiri ke kantor (MPR)..bayangin men itu ketua MPR di antara kebanyakan anggota MPR dan DPR meminta bantuan polisi untuk ke kantor?? lalu bagaimana kelakuan pak Jusuf Kalla yang lebih memilih naik pesawat komersial kelas ekonomi..daripada harus menyewa pesawat pribadi?? bagaimana Aktor dan Sutradara Dedi Mizwar hidup dalam kesederhaannya, bagaimana Artis Astri Ivo hidup dengan damai di tengah keluarganya dalam kesederhanaan, bagaimana Anjasmara yang lebih mementingkan keluarga daripada sekedar kehidupan glamor selebritas. kemana mereka..kenapa televisi lebih senang mengekspose pertengkaran antar selebriti, perceraian, perebutan harta warisan. Dan coba deh perhatiin lagi bahwa kebanyakan televisi lebih senang menambah2kan sesuatu untuk lebih memanaskan suasana. Itu dari tayangan artis.. coba liat juga tayangan beritanya, perkelahian antar pelajar yang dibahas habis2an bahkan dengan mengeneralisir bahwa semua siswa di negri Indonesia ini seperti perkelahian antar siswa tsb, coba liat juga berita kriminalnya yang diekspos habis2an juga?mulai dari kasus Ryan,Amrozi,dll semua itu dibahas bahkan lengkap dengan cara2nya. Seharusnya TV2 kita tahu bahwa tayangannya juga berpotensi untuk diikuti masyarakat Indonesia. Ayo dong TV tidak seharusnya menayangkan apa yang menjadi tren..seharusnya TV punya peran mencerdaskan bangsa..berilah tayangan yang mendidik bangsa kita untuk terus lebih baik dan lebih maju.. jujur saya sangat salut dengan metro TV yang masih konsisten menayangkan acara2 mendidik. Bandingkan dengan TV2 lain yang menyangkan sinetron2 gak logis, sinetron2 provokator, sinetron2 khayal, dan sinetron2 mistis. Astaghfirullah tampaknya TV kita sudah dipengaruhi freemason untuk merusak moral,sikap dan iman...


Ayo dong berubah..jangan lagi tonton acara TV yang tidak mendidik..mulailah dari diri sendiri ya...

No comments:

Post a Comment

Ayo ayo sobat sobat dikomentarin ya....
kalo istilah iklannya sih "komentarmu mengalihkan duniaku" kekekeke....

Arsip Blog

Sahabat Blogger

Sahabatku