09 May, 2009

Koalisi Visi Atau Kekuasaan Nih?

Setelah berita mengejutkan datang dari JK yang ternyata menggandeng Wiranto sebagai Cawapres. Berita-berita capres dan cawapres lain seperti tenggelam oleh kasus pembunuhan N. AA dikabarkan menjadi dalang dikarenakan terkait cinta jajaran genjang dengan RJ dan korupsi.

Ciri-ciri berita di Indonesia memang begitu, jika ada kasus baru yang lebih menjual maka kasus-kasus lama akan hilang dari peredaran pertelevisian Indonesia. Hampir di seluruh Televisi akan menayangkan berita dan analisis-analisis berita itu. Padahal masyarakat juga butuh berita-berita lain selain berita kasus pembunuhan itu, karena lama kelamaan masyarakat akan bosan.


Padahal ada berita lain yang juga nggak kalah dahsyatnya dari berita itu. Seperti pernyataan Megawati yang membuka koalisi dengan demokrat(detik pemilu) yang dulunya dihujat tapi sekarang mau diikat. Ini koalisi beneran atau karena keputusasaan Megawati karena Cawapres-cawapres yang menjadi target pendampingnya belakangan malah berbelok arah. Wiranto sudah jelas berkoalisi dengan Golkar sementara Prabowo sepertinya memiliki ambisi tersendiri untuk menjadi capres. Pada akhirnya Megawati pun putus asa sehingga belakangan ingin berkoalisi dengan demokrat. Suatu keputusan yang jelas terjadi karena putus asa.


Memang sih di politik tidak ada yang jelas hitam ataupun putih, semuanya abu-abu. Sikap SBY juga seperti buah simalakama serba salah dalam menentukan cawapres. Dikabarkan beliau memiliki 19 nama sebagai pilihan untuk cawapres (ni berita ada sblm kasus pembunuhan N booming). Beliaupun seperti mengulur waktu untuk melihat pasangan capres-cawapres dari blok lain. Ini baik sebenarnya karena dipastikan lawan-lawan SBY pasti meradang dan ikutan mengulur waktu. Karena memang SBY adalah calon terkuat pemenang pilpres kali ini..wallahua'lam bishawab..


JK yg sudah menentukan pilihannyapun sempet meradang dengan sikap SBY ini. Bahkan beliau mengeluarkan pernyataan yang menurut saya tidak pantas untuk dikeluarkan orang sekaliber beliau. Pernyataan beliau itu 'saya sudah 3 kali menanyakan ke SBY bagaimana koalisi pilpres nanti, apakah kita tetap maju atau tidak'. SBY sebagai orang Jawa tentu tidak akan dengan serta merta menjawabnya, karena beliau pasti berbasa basi dulu untuk memberikan jawaban. Mungkin ini yang tidak disenangi JK sebagai orang Sulawesi yang terkenal blak-blakan sehingga memutuskan cerai..wallahua'lam bishawab.


PPP sebagai partai yang jelas berada di bawahpun bersikap seolah sebagai partai besar. Belum menentukan pilihannya akan berkoalisi dengan partai mana. Dulu sempat menyatakan berkoalisi dengan demokrat lalu sempat keluar juga pernyataan mendukung Prabowo sbg capres dan sekarang malah belum menentukan pilihan. Tampaknya PPP masih bingung capres mana yang berpeluang paling besar untuk melenggang ke Istana. Koalisi yang mereka lakukan adalah koalisi menuju kemenangan bukan berdasarkan visi. Sempat juga tersiar kabar bahwa PPP tidak senang PKS berkoalisi dengan demokrat sehingga ingin 'bercerai' juga dengan demokrat. Wallahua'lam bishawab...


PKS,PAN dan PKB sudah jelas berkoalisi dengan demokrat. Tampaknya partai-partai ini memang memiliki 1 visi dengan demokrat yang sudah dibuktikan dalam kerjasamanya di kementrian 5 tahun ke belakang. BahKan PAN sudah blak2an mengirimkan Hatta Rajasa sebagai cawapres. Padahal SBY adalah orang Jawa yang tidak senang blak2an, harus ada sopan santun sebagai orang jawa jika memang memiliki keinginan dengan beliau. PKS dan PKB lebih mengerti cara kejawaan untuk mengajukan cawapres...dibawah tangan...dipilih monggo nggak dipilih ya mentrinya aja.


Apapun jenis koalisinya dan siapapun yang berkoalisi harus memiliki tujuan satu. Yaitu keadilan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Koalisi hendaknya disatukan dengan visi bukannya dengan kekuasaan. Karena kalau dengan kekuasaan maka negri ini akan terbengkalai karena biasanya kekuasaan akan menyeret para penguasanya kepada mempertahankan kekuasaan, bukan memanfaatkan kekuasaan untuk kepuasan bangsa Indonesia. Mudah2an Allah membukakan hati para penguasa untuk lebih banyak bertindak untuk kepuasan bangsa daripada kepuasan golongan/partai..Amin..

No comments:

Post a Comment

Ayo ayo sobat sobat dikomentarin ya....
kalo istilah iklannya sih "komentarmu mengalihkan duniaku" kekekeke....

Arsip Blog

Sahabat Blogger

Sahabatku