03 November, 2012

Indonesia Berdamailahhh !!!

Saya pernah tinggal di Lampung, dan saya pernah tinggal di Bali. Kerusuhan Lampung Selatan begitu menyita perhatian masyarakat Indonesia minggu-minggu terakhir ini. Peran media yang 100% bebas semakin menambah dan meluasnya konflik yang disinyalir terjadi antara dua suku bangsa Indonesia. Namun saya yakin apa – apa yang dikatakan media itu semuanya sudah mendapat kata – kata hiperbolis dan dibumbui pernyataan – pernyataan tambahan untuk menjual berita mereka.

Kita orang Indonesia dan lampung atau bali atau jawa, atau sulawesi atau papua hanyalah tempat lahir kita. Dan kita...tidak pernah bisa memilih untuk dilahirkan di wilayah mana di Indonesia ini !!!. Bahkan kita tidak pernah bisa memilih untuk dilahirkan berkulit hitam atau putih atau miskin atau kaya atau afrikan, asian, american, atau mongolian!!!... Semua takdir Allah SWT!!! Dan Allah memang sengaja melahirkan kita berbeda – beda seperti tertuang dalam surat Al Hujurat yang terkenal itu 


Lantas kenapa kita membeda-bedakan diri dan berperang antar suku dan bangsa? Cuma Allah yang berhak membedakan kita, dan tujuan kita diciptakan bersuku dan berbangsa supaya kita saling mengenal bukan untuk berperang!!!.

Namun kondisi ideal seperti surat tersebut memang masih jauh panggang dari api. Chauvinisme sempit ditambah kondisi ekonomi disinyalir menjadi pemicu iri hati, dengki, hasad dan hasut dan ujung2nya bersaing dengan tidak sehat. Kondisi ini sedang terjadi sebagian besar di wilayah Indonesia, lihat bagaimana suku papua berperang melawan freeport, GAM berperang lawan TNI, konflik ambon, poso, sampang-madura adalah contoh2 nyata di Indonesia. Dan terakhir Lampung Selatan, mau sampe kapan bro n sis?...Cmon be wise n cool...

Ayolah teman – teman se Indonesia, kita semua bersaudara, di era pesawat murah dan mobile begini perpindahan dari tempat lahir ke tempat lain sangat- sangat memungkinkah terjadi. Semua pesawat sudah menjangkau seluruh kota – kota di Indonesia bahkan bis dan mobil pribadi pun bisa menjangkaunya. Ditambah dengan budaya merantau yang dimiliki hampir seluruh suku di Indonesia. Jadi kenapa harus dipermasalahkan.

Contoh penyatuan antara pendatang dan penduduk asli sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam peristiwa hijrah. Apa yang pertama Rasulullah lakukan waktu itu? Adalah mempersaudarakan antara 1 pendatang dengan 1 penduduk asli. Dengan demikian terjadi asimilasi yang sinkron dan damai antara keduanya.

Saya tidak akan pernah menyalahkan pemerintah, karena mereka pasti sudah berusaha dengan sangat keras. Tapi saya pasti akan menyalahkan media cetak dan elektronik karena melebih2kan berita yang masih sangat sensitif di Indonesia ini.

Indonesia satu, NKRI harga mati....

@mithariq 

11 comments:

  1. yah ada positif dan negatifnya, coba kalo berbagai media berita memberitakan dan memanfaatkannya agar kerusuhan bisa mereda pasti orang orang yang tidak berkepentingan tidak terusik untuk ikut campur juga

    ReplyDelete
  2. Entah kenapa ya bangsa indonesia ini mudah sekali terprovokasi... Padahal kebanyakan dari mereka memiliki background pendidikan yang baik. Well dimana-mana memang oknum dan politik selalu saja egois memikirkan kepentingan mereka sendiri. :s

    ReplyDelete
  3. indonesia berdamailah.. sukseskan indonesia dan amankanlah

    ReplyDelete
  4. mantap juga nih infonya,... salam kenal saja gan

    ReplyDelete
  5. indonesia teteplah jaya .... sukses terus :D

    ReplyDelete
  6. info yang sangat bagus sekali gan ...

    ReplyDelete
  7. nice infonya gan, ane sangat suka .,.,.,

    ReplyDelete

Ayo ayo sobat sobat dikomentarin ya....
kalo istilah iklannya sih "komentarmu mengalihkan duniaku" kekekeke....

Arsip Blog

Sahabat Blogger

Sahabatku